8th February 2012

Pendingin udara

posted in Engineering |

Pendingin udara atau disebut juga sebagai penyejuk udara atau populer dengan sebutan A/C (bahasa Inggris: Air Conditioner) adalah alat, sistem, atau mekanisme yang dirancang untuk mengalihkan pans dari suatu tempat menggunakan siklus pendinginan. Pendingin udara berfungsi sama seperti kulkas dan pompa panas. Alat ini berguna untuk menyediakan kenyamanan selama hari yang panas di rumah ataupun mobil.

Gambaran sederhana siklus dingin. 1: kondensor, 2: katup ekspansi, 3: evaporator, 4: kompresor.

Sekilas tentang perhitungan AC.

Sebagai contoh AC 1 PK ( 745watt), adapun data konversi energy yang digunakan

1 kCal = 3968 btu/h

1 TR = 3517 kW (Ton Refrigrasi),

1 PK (input) = 2546.699 btu/h

Perlu diingat bahwa daya input dan output tidaklah sama. 1 HP (2547 BTU/hr) adalah besar daya input compressor, Sedangkan 9000 BTU/hr adalah besar beban pendinginan yg mampu diserap oleh evaporator dengan menggunakan compressor yg mempunyai daya 1 HP. Jadi yg disebut AC 1PK, adalah daya dari kompresor tersebut, bukan beban pendinginannya. Cara untuk mengetahui kemampuan beban pendinginan dari sebuah compressor dapat dilihat dari diagram P-h pada siklus kompresi uap standard.

Karena 1 HP yang dimaksud adalah daya kompresor, sedangkan 9000 BTU/hr adalah daya pendinginan. Dengan daya input 2547 BTU/hr, kita bisa mendapatkan efek pendinginan sebesar 9000 BTU/hr. Untuk sistem pendingin, performance sistem ditunjukan dengan Coefficient of Performance (COP) yang besarnya daya pendinginan dibagi daya input kompresor. Untuk air cooled system di Indonesia, nilai COP 3,5 memang sudah tipikal, kalau dengan epavorative cooling (water cooled dengan cooling tower) nilai COP bisa diatas 5.

Sebagai tambahan bahwa sebelum tahun 70′an, para teknisi AC tidak pernah bicara soal PK dalam menentukan kapasitas pendingin suatu AC.

Jaman itu kapasitas pendingin yang dikenal adalah Btuh. Sejak unit AC dari Jepang masuk pasaran, maka istilah PK yang sebenarnya Input Power [bukan kapasitas pendinginan], menjadi patokan penjual, mengapa begitu ?

jawabannya karena ada AC yang membutuhkan input listrik 1 PK kapasitas pendinginannya 8000 Btuh tetapi ada juga AC dengan input power yang sama dengan kapasitas 10.000 Btuh, dan tentunya yang belakangan lebih efisien.

Dasar tukang dagang……pembeli dikecohkan dengan istilah PK tanpa diingatkan untuk melihat yang benar yaitu kapasitas pendinginannya, lalu dipukul rata saja kalau 1 PK sama dengan 9000 Btuh, padahal bisa 8000 sampai 10.000 Btuh tergantung efisiensinya. Percaya atau tidak, dalam sepuluh yang akan datang akan ada AC yang 1 PK nya menghasilkan sekitar 20.000 Btuh. Sistimnya sudah dikembangkan belasan tahun yang lalu, sayangnya material magnit yang ada beberapa tahun yang lalu belum stabil pada temperatur kamar dan didunia ada 3 negara yang meneliti yaitu Amerika, Jepang dan Swedia / Denmark[?].

Jadi kita do’akan saja agar dalam waktu dekat mereka berhasil mendapatkan bahan magnetik yang stabil dan segera melemparnya kepasar karena ukurannya hanya 1/3 dari yang ada sekarang, tidak menggunakan kompresor yang berisik, tidak menggunakan freon dan sangat hemat energi……nama sistimnya “Magnetic Cooling”.

Umumnya AC yang dijual dalam satuan PK:

1/2 PK = 5000 BTU

3/4 PK = 7000 BTU

1 PK = 9000 BTU

1-1/2 PK = 12000 BTU

Sedangkan untuk memudahkan penggunaannya biasanya digunakan rumus 500 btuh/m2 ruangan

Jadi untuk kamar tidur 3 x 4 m² = 12 m² x 500 BTU = 6000 BTU, cukup memakai AC 3/4 PK.

Walau dalam skala lebih rumit ada perhitungan jumlah jendela kaca, jumlah lampu, jumlah orang dalam ruangan, tapi perhitungan simple seperti di atas sudah cukup mewakili pada kondisi wajar.

This entry was posted on Wednesday, February 8th, 2012 at 3:58 pm and is filed under Engineering. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.